Berdasarkan hasil pengawasan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 2008-2010 didapati hingga 44 persen sampel pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang telah diuji tidak memenuhi syarat.
Dengan ditemukannya kandungan bahan berbahaya, cemaran mikroba dan bahan tambahan yang melebihi batas menjadikan peringatan bagi orang tua dan guru untuk mulai mencari solusi menghindarkan bahaya jajanan makanan dari anak-anak.
Bahan berbahaya yang ditemukan antara lain boraks yang digunakan sebagai pengenyal, formalin digunakan sebagai pengawet, dan pewarna merah Rhodamin B serta pewarna kuning Methanyl Yellow sebagai pewarna makanan. Sedangkan bahan kimia tersebut dilarang penggunaannya untuk bahan makanan.
![]() |
| Boraks digunakan pada bakso sebagai pengenyal |
![]() |
| Pewarna merah Rhodamin B serta pewarna kuning Methanyl Yellow sebagai pewarna makanan |
Bahan makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya tersebut masih banyak ditemukan pada bakso, jeli atau agar-agar, es, dan minuman berwarna atau sirup.
Cemaran mikroba yang ditemukan umumnya berasal dari debu yang terkena pada makanan yang tidak tertutup dengan baik serta pada penggunaan alat-alat masaknya yang tidak higienis.
Jajanan anak sekolah yang mengandung formalin, boraks, Rhodamin B berbahaya karena mengandung karsinogen yang merusak tubuh. Jika mengkonsumsi jajanan tersebut terus-menerus maka terjadi akumulasi jumlah karsinogen yang berefek kanker dikemudian hari.
Beberapa pedagang nakal yang mengharapkan laba besar tanpa memikirkan dampak buruk bagi anak-anak dikemudian hari serta tidak adanya pembatasan pemerintah dalam penjualan bahan-bahan berbahaya tersebut sehingga tidak bisa menghentikan praktek para pedagang nakal yang makin meresahkan para orang tua dan guru akan keamanan jajanan sekolah sekarang ini.
Sudah jadi tanggung jawab orang tua, guru serta penjual jajanan sekolah mengawasi setiap jajanan yang dijual disekolah. Atau solusi terakhir yang bisa dilakukan adalah membiasakan membawa bekal makanan ke sekolah yang disiapkan langsung dirumah dengan higienis dan bebas bahan berbahaya.
Yuk biasakan membawa bekal sekolah bagi anak-anak kita :)
Evi Adriani


Tidak ada komentar:
Posting Komentar